Sejarah
Inkscape dirintis pada 2003 sebagai sebuah fork dari proyek Sodipodi. Sodipodi sendiri, yang dikembangkan sejak 1999, didasarkan pada Gill (Gnome Illustration Application), buah karya dari Raph Levien.
Fork itu dipandu oleh sebuah tim berjumlah empat orang yang beranggotakan mantan pengembang Sodipodi (Ted Gould, Bryce Harrington, Nathan Hurst, dan MenTaLguY) yang mengenali perbedaan-perbedaan dari tujuan-tujuan projek itu, keterbukaan bagi kontribusi pihak ketiga, dan ketidaksetujuan teknis sebagai alasan mereka melakukan forking. Dengan Inkscape, mereka berpendapat bahwa mereka dapat memfokuskan pengembangan pada penerapan standar SVG secara lengkap, tidak seperti pengembangan Sodipodi yang menekankan pada pembuatan sebuah editor grafik vektor yang umum, dengan mengorbankan implementasi SVG.[3]
Sejak dikembangkan dalam fork itu, Inkscape berganti dari menggunakan bahasa pemrograman C ke C++; berubah ke GTK+ toolkit C++ bindings (gtkmm); merancang ulang antarmuka pengguna dan menambahkan sejumlah fitur baru. Penerapannya terhadap standar SVG telah menunjukkan perbaikan yang signifikan, meski belum lengkap.
Lebih baik daripada prinsip perintah atasan-bawahan, para pengembang dikondisikan dengan budaya kesetaraan di mana ide bermunculan dari kemampuan para pengembang secara perseorangan dan keterlibatan yang aktif di dalam proyek. Hasilnya, proyek ini menempatkan penekanan istimewa pada pemberian akses penuh bagi semua pengembang untuk mengakses kode sumber, dan pada keikutsertaan di dalam komunitas open source yang lebih luas (seringkali berbentuk inisiatif antar-proyek seperti Create Project, Libre Graphics Meeting dan Open Clip Art Library). Walaupun pendatang baru dapat memainkan peranan penting, para pendiri projek masih terwakili secara baik pada proses pengambilan keputusan. Di antara mereka adalah "bulia byak", arsitek dari perubahan antarmuka pengguna Inkscape yang radikal yang telah memberi Inkscape bentuknya sekarang. Antarmuka baru itu berorientasi pada antarmuka pengguna grafik dari Xara Xtreme.
Setelah Xara meluncurkan rencana untuk merilis aplikasi pelukisan Xara Xtreme secara open source, mereka mengungkapkan minat untuk bekerja sama dengan Inkscape agar kedua-dua proyek ini dapat saling berbagi kode, usaha terkoordinasi, dan membuat editor grafik open source yang lebih hebat daripada editor grafik apapun yang tersedia secara proprietary.
Sejak 2005, Inkscape ikut serta di dalam Summer of Code, program dari Google.[4]
Sejak November 2007, sistem pencarian kesalahan program Inkscape ditanam di Sourceforge, tetapi pada 21 November 2007 dinyatakan bahwa mereka akan memindahkannya ke Launchpad.[5]
Rabu, 04 Agustus 2010
inkscape
Inkscape adalah sebuah perangkat lunak editor vektor grafik yang bersifat perangkat lunak bebas dibawah lisensi GNU GPL. Tujuan utama dari Inkscape adalah menjadi perangkat grafik mutakhir yang memenuhi standar XML, SVG, dan CSS.
Inkscape bersifat cross-platform[1] dan dapat dijalankan pada Mac OS X (biasanya dibawah aplikasi X11, walaupun toolkit GTK+ yang digunakan dapat dikompilasikan untuk beroperasi secara langsung dibawah Quartz[2]), sistem operasi berbasis Unix, dan Microsoft Windows. Implementasi SVG dan CSS di Inkscape belum sempurna, misalnya Inkscape tidak mendukung animasi SVG, dan font SVG, walaupun dukungan dasar untuk pembuatan font SVG telah diimplementasikan pada versi 0.47. Inkscape bersifat multibahasa, terutama untuk antarmuka dan script rumit, sesuatu yang sering terlewatkan pada sebagian besar editor grafik vektor komersil.
Pada 2010[update], Inkscape dalam proses pengembangan aktif, dengan penambahan fitur dan antarmuka baru secara rutin pada setiap rilis baru.
Inkscape bersifat cross-platform[1] dan dapat dijalankan pada Mac OS X (biasanya dibawah aplikasi X11, walaupun toolkit GTK+ yang digunakan dapat dikompilasikan untuk beroperasi secara langsung dibawah Quartz[2]), sistem operasi berbasis Unix, dan Microsoft Windows. Implementasi SVG dan CSS di Inkscape belum sempurna, misalnya Inkscape tidak mendukung animasi SVG, dan font SVG, walaupun dukungan dasar untuk pembuatan font SVG telah diimplementasikan pada versi 0.47. Inkscape bersifat multibahasa, terutama untuk antarmuka dan script rumit, sesuatu yang sering terlewatkan pada sebagian besar editor grafik vektor komersil.
Pada 2010[update], Inkscape dalam proses pengembangan aktif, dengan penambahan fitur dan antarmuka baru secara rutin pada setiap rilis baru.
Ancaman Resesi Global
Melemahnya perekonomian dunia, lonjakan harga minyak mentah dan berbagai komoditas, merisaukan negeri ini. Melihat belum ada tanda-tanda perbaikan, bangsa ini harus bersiap menghadapi kemungkinan yang lebih buruk. Melemahnya perekonomian dunia membuat sebagian investor luar negeri dikabarkan mulai menarik modalnya dari Indonesia. Padahal, kini nyaris tak ada lagi sektor ekonomi di negeri ini yang tertutup untuk pihak asing.
Akibat penarikan modal oleh investor asing itu, perekonomian nasional pun mulai terasa goyang. Inilah salah satu dampak negatif, dari sistem perkonomian yang sangat terbuka sebagaimana dianut Indonesia selama ini. Karena setiap ada dinamika barang dan jasa di pasar global, langsung mempengaruhi perekonomian nasional.
Situasi ekonomi global itu sangat besar dipengaruhi memburuknya ekonomi Amerika Serikat yang dipicu oleh kasus subprime mortgage (krisis kredit macet perumahan) di negara itu. Melambatnya ekonomi AS yang juga telah diikuti negara-negara maju lain itu berdampak pada pekonomian Indonesia melalui perdagangan (trade channel) dan arus modal (capital flows channel). Sehingga, melemahnya perekonomian global itu telah menurunkan minat investor global terhadap aset-aset negara berkembang seperti Indonesia. Dampak selanjutnya arus modal masuk pun menurun sehingga rupiah melemah.
Kabar tidak enak lagi, perekonomian AS yang merupakan perekonomian terbesar di dunia itu sampai pertengahan Maret, masih terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda bakal berakhir. Bahkan menurut kabar terakhir, sebagaimana dilansir oleh berbagai media, krisis itu bahkan sudah merembet ke industri asuransi, sistem perbankan, dan keuangan secara keseluruhan.
Di samping melemahnya ekonomi global, pengaruh lonjakan harga minyak mentah dunia sudah lebih dulu menggoyang perekonomian nasional. Setiap kenaikan harga minyak mentah dunia akan langsung membengkakkan beban pemerintah karena harus menanggulangi subsidi BBM. Dengan harga minyak di atas US$100/barel seperti sekarang ini, subsidi BBM diperkirakan telah membengkak jadi sekitar Rp250 triliun dari sebelumnya sekitar Rp 170-an triliun.
Saling terkait dengan dua masalah di atas, harga berbagai komoditas pangan di pasar dunia juga mengalami lonjakan belakangan ini. Lonjakan ini juga cukup menggoyang perekonomian nasional, karena walaupun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi kenyataannya, negara yang penduduknya mayoritas petani ini harus mengandalkan impor untuk memenuhi bahan pangannya. Dan inti dari telaknya dampak ekonomi global terhadap negara ini adalah karena lemahnya struktur ekonomi yang menyangkut bahan-bahan pokok pangan.
Masyarakat, terutama kalangan bawah, kini sudah mulai merasakan dampak dari gejolak harga dan kondisi ekonomi global ini. Selain daya beli yang merosot tajam, baik karena penurunan pendapatan secara nominal maupun akibat melonjaknya harga pangan dan barang-barang kebutuhan pokok lain, konsumen dan berbagai sektor dalam perekonomian juga dipaksa mengurangi konsumsi. Masyarakat mulai merasakan memburuknya kualitas kehidupan mereka, seperti akses ke pemenuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan hancurnya infrastruktur dasar.
Ancaman lebih lanjut, dikhawatirkan, lapangan kerja dan sumber kehidupan seperti usaha kecil dan menengah pun akan guncang bahkan dikhawatirkan terancam mati. Indikator makroekonomi Indonesia era pemerintahan sekarang memang diakui telah berhasil membuat kemajuan. Namun, kemajuan yang sudah dicapai belum banyak bermanfaat bagi sebagian besar masyarakat terutama kalangan bawah karena masih belum ada perbaikan signifikan dalam penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Menyadari kondisi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan krisis ekonomi itu, pemerintah telah membuat beberapa langkah antisipasi, di antaranya melakukan penghematan dengan memangkas anggaran di berbagai instansi pemerintah. Di samping itu, pemerintah pun sudah merevisi RAPBN 2008. Pertumbuhan dipangkas jadi 6,4%, asumsi harga minyak US$83 per barel, dan inflasi 6,5%. Target ekspor pun diturunkan dari 12,7% menjadi 10,5%, target investasi dipangkas menjadi 12,3% dari rencana semula 15,5%.
Namun, ke depan, situasi global masih sulit diprediksi. Beberapa pengamat menyarankan agar pembenahan segera dilakukan di dalam negeri. Untuk itu, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, diharapkan bisa saling mendukung, mengambil prakarsa di depan, dan berkontribusi guna membawa perekonomian bangsa terhindar dari ancaman krisis. MS (BI 56)
Share/Save/Bookmark
Akibat penarikan modal oleh investor asing itu, perekonomian nasional pun mulai terasa goyang. Inilah salah satu dampak negatif, dari sistem perkonomian yang sangat terbuka sebagaimana dianut Indonesia selama ini. Karena setiap ada dinamika barang dan jasa di pasar global, langsung mempengaruhi perekonomian nasional.
Situasi ekonomi global itu sangat besar dipengaruhi memburuknya ekonomi Amerika Serikat yang dipicu oleh kasus subprime mortgage (krisis kredit macet perumahan) di negara itu. Melambatnya ekonomi AS yang juga telah diikuti negara-negara maju lain itu berdampak pada pekonomian Indonesia melalui perdagangan (trade channel) dan arus modal (capital flows channel). Sehingga, melemahnya perekonomian global itu telah menurunkan minat investor global terhadap aset-aset negara berkembang seperti Indonesia. Dampak selanjutnya arus modal masuk pun menurun sehingga rupiah melemah.
Kabar tidak enak lagi, perekonomian AS yang merupakan perekonomian terbesar di dunia itu sampai pertengahan Maret, masih terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda bakal berakhir. Bahkan menurut kabar terakhir, sebagaimana dilansir oleh berbagai media, krisis itu bahkan sudah merembet ke industri asuransi, sistem perbankan, dan keuangan secara keseluruhan.
Di samping melemahnya ekonomi global, pengaruh lonjakan harga minyak mentah dunia sudah lebih dulu menggoyang perekonomian nasional. Setiap kenaikan harga minyak mentah dunia akan langsung membengkakkan beban pemerintah karena harus menanggulangi subsidi BBM. Dengan harga minyak di atas US$100/barel seperti sekarang ini, subsidi BBM diperkirakan telah membengkak jadi sekitar Rp250 triliun dari sebelumnya sekitar Rp 170-an triliun.
Saling terkait dengan dua masalah di atas, harga berbagai komoditas pangan di pasar dunia juga mengalami lonjakan belakangan ini. Lonjakan ini juga cukup menggoyang perekonomian nasional, karena walaupun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi kenyataannya, negara yang penduduknya mayoritas petani ini harus mengandalkan impor untuk memenuhi bahan pangannya. Dan inti dari telaknya dampak ekonomi global terhadap negara ini adalah karena lemahnya struktur ekonomi yang menyangkut bahan-bahan pokok pangan.
Masyarakat, terutama kalangan bawah, kini sudah mulai merasakan dampak dari gejolak harga dan kondisi ekonomi global ini. Selain daya beli yang merosot tajam, baik karena penurunan pendapatan secara nominal maupun akibat melonjaknya harga pangan dan barang-barang kebutuhan pokok lain, konsumen dan berbagai sektor dalam perekonomian juga dipaksa mengurangi konsumsi. Masyarakat mulai merasakan memburuknya kualitas kehidupan mereka, seperti akses ke pemenuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan hancurnya infrastruktur dasar.
Ancaman lebih lanjut, dikhawatirkan, lapangan kerja dan sumber kehidupan seperti usaha kecil dan menengah pun akan guncang bahkan dikhawatirkan terancam mati. Indikator makroekonomi Indonesia era pemerintahan sekarang memang diakui telah berhasil membuat kemajuan. Namun, kemajuan yang sudah dicapai belum banyak bermanfaat bagi sebagian besar masyarakat terutama kalangan bawah karena masih belum ada perbaikan signifikan dalam penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Menyadari kondisi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan krisis ekonomi itu, pemerintah telah membuat beberapa langkah antisipasi, di antaranya melakukan penghematan dengan memangkas anggaran di berbagai instansi pemerintah. Di samping itu, pemerintah pun sudah merevisi RAPBN 2008. Pertumbuhan dipangkas jadi 6,4%, asumsi harga minyak US$83 per barel, dan inflasi 6,5%. Target ekspor pun diturunkan dari 12,7% menjadi 10,5%, target investasi dipangkas menjadi 12,3% dari rencana semula 15,5%.
Namun, ke depan, situasi global masih sulit diprediksi. Beberapa pengamat menyarankan agar pembenahan segera dilakukan di dalam negeri. Untuk itu, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, diharapkan bisa saling mendukung, mengambil prakarsa di depan, dan berkontribusi guna membawa perekonomian bangsa terhindar dari ancaman krisis. MS (BI 56)
Share/Save/Bookmark
Apa penyebab terjadinya resesi ekonomi global? Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi resesi tersebut?
Apa sih yang menyebabkan terjadinya krisis global? Kenapa kalo USA krisis ekonomi, dampaknya hampir ke semua negara?
Gw denger katanya bakal ada resesi ekonomi scr global. Resesi tuh apaan sih? Trus katanya nilai mata uang akan turun drastis (Inflasi besar2an), apakah turunnya nilai mata uang diikuti dengan turunnya harga barang2? Trus bagaimana bila punya utang di bank dlm bentuk kredit pinjaman uang, apakah tagihannya akan tetap walaupun nilai mata uangnya sudah turun?
Gw juga bingung nih... gw liat berita di TV katanya Indonesia bakal menjamin deposito para nasabah hingga sebesar 2 milyar rupiah utk tiap nasabah bila terjadi inflasi. Trus bagi yang hanya punya tabungan (alis bukan bentuk deposito) akankah bila terjadi inflasi, uang tabungan kita juga akan ikut turun nilainya?
Sebelum terjadi infasi, apa yang baiknya kita lakukan? Katanya ada yang bilang, uangnya di beliin emas saja. Emas tidak terpengaruh bila terjadi inflasi. Apakah bener demikian? Trus kalo bener, harus nabung dalam bentuk emas yang berapa karat, 23 or 24 karat? Bila sudah nabung dalam bentuk emas, trus terjadi infasi, apakah toko emasnya bakal mau nerima emas yang kita jual? Misalnya kita beli emas senilai 1 juta rupiah, trus terjadi inflasi, apakah harga jual emas akan terjun bebas atau akan tetap stabil? Dan apa yang kita lakukan pada saat terjadi inflasi?
Saya mau tanya istilah reksa dana, obligasi, deposito, saham? Kalo mau deposito di bank, paling kecil berapa ya?
Gw denger katanya bakal ada resesi ekonomi scr global. Resesi tuh apaan sih? Trus katanya nilai mata uang akan turun drastis (Inflasi besar2an), apakah turunnya nilai mata uang diikuti dengan turunnya harga barang2? Trus bagaimana bila punya utang di bank dlm bentuk kredit pinjaman uang, apakah tagihannya akan tetap walaupun nilai mata uangnya sudah turun?
Gw juga bingung nih... gw liat berita di TV katanya Indonesia bakal menjamin deposito para nasabah hingga sebesar 2 milyar rupiah utk tiap nasabah bila terjadi inflasi. Trus bagi yang hanya punya tabungan (alis bukan bentuk deposito) akankah bila terjadi inflasi, uang tabungan kita juga akan ikut turun nilainya?
Sebelum terjadi infasi, apa yang baiknya kita lakukan? Katanya ada yang bilang, uangnya di beliin emas saja. Emas tidak terpengaruh bila terjadi inflasi. Apakah bener demikian? Trus kalo bener, harus nabung dalam bentuk emas yang berapa karat, 23 or 24 karat? Bila sudah nabung dalam bentuk emas, trus terjadi infasi, apakah toko emasnya bakal mau nerima emas yang kita jual? Misalnya kita beli emas senilai 1 juta rupiah, trus terjadi inflasi, apakah harga jual emas akan terjun bebas atau akan tetap stabil? Dan apa yang kita lakukan pada saat terjadi inflasi?
Saya mau tanya istilah reksa dana, obligasi, deposito, saham? Kalo mau deposito di bank, paling kecil berapa ya?
Penyebab Resesi Dunia atau Krisis Ekonomi Global
Penyebab Resesi Dunia atau Krisis Ekonomi Global
Sesudah perang dunia kedua dapat dilihat badan-badan perbankan memainkan peranan aktif dalam perekonomian dunia, walaupun masing-masing negara menjalankan sistim ekonomi yang berlainan. Setiap bangsa bekerja untuk pembangunan dan kemajuan hingga usaha perbankan mendapat pasaran yang menguntungkan.
“… Kemajuan pembangunan yang dicapai 20 tahun terakhir ini ternyata belum memenuhi harapan. Dalam laporan Bank Dunia 1978 diperhitungkan bahwa tahun 2000 jumlah manusia yang berada di bawah kemiskinan adalah 600 juta, meskipun ada resolusi PBB untuk pembangunan menyeluruh mengangkat orang dari kemiskinan absolut. Apa artinya? Artinya ialah segala teori pembangunan ekonomi yang ada tidak dapat menyelamatkan masalah kemiskinan absolut tersebut. Teori-teori pembangunan dari ideologi komunis, kapitalis, dan sosialis sendiri ternyata tidak dapat mengatur dirinya sendiri.
Para negarawan dan teknoratnya tidak mampu melahirkan stabilitas sistem moneter nasionalnya.
Tidak ada teori yang jelas dalam mengatur pembangunannya, seolah-olah teori mengalami kemacetan dalam praktek. Di sinilah tampak kebangkrutan ideologi-ideologi besar. Teori-teori yang tidak bisa menyelamatkan persoalan di atas merupakan tantangan.
Tantangan bagi teori-teori pembangunan, tetapi harus bersandar pada berbagai ketentuan agama. Sistim perekonomian yang berlaku kini tidak mempan untuk pembangunan walaupun sudah berbentuk ekonomi bersama yang dilaksakan negara, kecuali dalam demokrasi ketuhanan di mana perekonomian didasarkan dan dilaksanakan atas hukum yang terkandung dalam Alquran.
Kenapa segala macam teori ekonomi dunia telah macet dalam prakteknya hingga tidak mampu mengatur stabilitas moneter nasional sendiri? Jawabnya yang paling tepat ialah karena ekonomi dunia itu, di masing-masing negara, telah dipengaruhi perbankan dan perasuransian. Kedua macam usaha ini sangat ditantang hukum Islam karena motifnya yang sangat berbahaya yaitu pemerasan legal berbentuk rente atau bunga uang dari sejumlah yang dipinjamkan.
Bank adalah lapangan pencaharian bagi para ahli ekonomi untuk mendapat untung dari keadaan umumnya yang berlaku antara produsen dan konsumen, secara sah menurut hukum yang berlaku. Mereka bekerja secara birokrasi dalam kalkulasi yang keluar masuk di mana mereka mendapat bahagian tertentu. Dalam hal demikian mereka menjadi perantara atau penengah yang sesungguhnya tidak produktif tetapi memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat.
Jika ditinjau secara garis besarnya, maka tugas bank merupakan aktivitas yang erat hubungannya dengan dunia perdagangan, dunia keuangan.”
Diketahui adanya tiga kelompok orang yang terlibat langsung dalam perbankan, yaitu:
1. Kelompok yang menyimpan atau menabung uangnya dalam bank untuk mendapat bunga uang atau tambahan dari jumlah yang ditabungkan, dengan persentase lebih kecil. Jika dikatakan untuk terhindar dari perampokan dan pencurian, maka ini hanyalah topeng dan penghinaan terhadap pejabat keamanan.
2. Kelompok pengusaha bank yang mendapat untung dari bunga uang yang dipinjamkan, dengan persentase lebih besar daripada yang diberikan kepada si penabung. Jika dikatakan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, maka rakyat dimaksud hanyalah pengusaha bank itu sendiri.
3. Kelompok peminjam uang dari bank, hanya karena terpaksa oleh kekurangan dana bagi keperluan tertentu, harus membayar kembali sebanyak uang yang dipinjamkan ditambah dengan bunga uang untuk kelompok 1 dan 2 sebanyak persentase dan selama watu yang disepakati.
Tetapi ada lagi kelompok ke-4 yaitu kelompok yang dirugikan sebagai akibat tidak langsung dari perbankan. Kelompok ini ialah masyarakat umum yang membeli barang-barang produksi dari pinjaman uang bank sebagai kelompok ke-3. Kenapa? Sebabnya ialah karena peminjam uang bank itu terpaksa menaikkan harga unit produksinya sebesar bunga uang yang harus dibayar kepada bank. Sekiranya kenaikan harga itu tidak dilakukan maka pembayaran bunga uang bank tidak mungkin terpenuhi.
Akibatnya rakyat umum terpaksa membeli barang-barang lebih mahal, dan hal ini menimbulkan inflasi tak terkendali, juga disebut resesi ekonomi waktu mana biasanya pemerintah melakukan tindakan moneter yang nyatanya merugikam mayoritas penduduk. Tindakan moneter demikian perlu terlaksana agar roda pemerintahan negara berjalan terus.
Para penabung juga telah dipengaruhi oleh saran-saran perbankan bahkan sampai anak-anak sekolah ikut menabung, juga mereka yang menyatakan diri beriman seperti tercamtum pada Ayat 2/278. Dalam hal ini banyak orang melupakan bahwa dengan penabungan demikian aktifitas ekonomi dan perdagangan semakin lesu karena jumlah uang beredar semakin kurang, harga barang-barang semakin naik dan anggaran belanja rumah tangga menurut rencana bermula nyatanya tidak cukup. Itulah sebagian maklumat perang yang termuat pada Ayat 2/279.
Tetapi siapakah yang paling parah disebabkan perbankan itu? Yang paling parah adalah rakyat umum selaku konsumen karena mereka terpaksa membeli barang-barang kebutuhan hidup lebih mahal 20 persen tiap tahun.
Menurut hukum yang terkandung dalam Alquran, bahwa rente adalah riba, dan riba itu haram berdasarkan Ayat 2/275. Maka lembaga bank yang bersendikan rente tentulah lebih haram, tetapi tidak haram jika tidak bersendikan rente malah juga sangat diperlukan untuk kelancaran ekonomi masyarakat.
Asuransi
Bersamaan dengan bank dan koperasi yang menjadi lapangan mata pencaharian bagi para ahli ekonomi secara birokratis, adalah juga Asuransi. Pada awal abad ke-15 Hijriah banyak terdapat asuransi di antaranya disebut dengan asuransi jiwa, rumah, mobil, kapal, pesawat, dan sebagainya. Semuanya bekerja sama dengan bank dalam sistem bunga uang.
Majelis Muzakaraah itu menyatakan ALLAH mengaharamkan riba, dan berpendapat bahwa asuransi tidak terlarang, didasarkan atas sikap tolong-menolong. Tetapi mereka lupa bahwa pegawai asuransi itu sendiri menabungkan uang pesertanya kedalam bank dengan memungut bunga uang yang berasal dari peminjam-peminjam yang butuh diantara masyarakat ramai. Jadi cara bekerja perusahaan asuransi nyata bersamaan bahkan lebih luas dari pada Dana Tabungan Hajji. Maka mengijinkan asuransi menurut hukum yang dinyatakan dari Islam adalah kekeliruan yang menyesatkan.
Karena asuransi memungut bunga uang dalam sistem perbankan, dan bunga uang itu adalah riba yang hukumnya haram, tentulah asuransi itu sendiri adalah terlarang menurut Islam. Dari keadaan Bank, Koperasi Kredit, Dana Tabungan Hajji, dan Asuransi secara terang diketahui bahwa bunga uang atau riba yang memegan peranan penting, maka segala macam perusahaan itu adalah terlarang selagi masih memungut riba atau masih bekerja untuk mendapat bunga uang.
Solusi :
Mungkinkah bank tanpa rente itu didirikan? Mungkin saja, bahkan lebih wajar dan efektif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Modalnya adalah sejumlah uang negara ditambah oleh simpanan orang-orang kaya yang kelebihan uang dalam sirkulasi dagangnya. Para peminjam yang memang membutuhkan modal atau uang, dapat meminjam tanpa bunga namun harus dengan rungguhan seperti juga yang biasanya berlaku. Tentang peminjaman itu harus ada penelitian seksama tentang guna dan jumlah uang yang dipinjamnya, sementara pegawainya adalah pegawai negeri yang mendapat gaji bulanan dari pemerintah atas tanggungan negara.
Yang terlarang adalah pengambilan bunga uang selaku riba, bukan banknya dan bukan hutang berhutang. Banyak orang berhutang atau berpiutang tetapi tidak terlarang karena tidak mengandung rente atau riba. Banyak sekali orang Islam melakukan hutang piutang, baik dalam dagang ataupun di luarnya, namun perbuatan itu bukanlah terlarang karena tidak mengandung riba.
Perdagangan dunia bukanlah terhenti jika bunga uang dalam sistim perbankan ditiadakan, bahkan semakin sukses tanpa hal-hal yang memberatkan. Caranya ialah melalui wewenang pemerintah diantara bangsa-bangsa di dunia yang masing-masingnya saling membutuhkan, di suatu pihak berlaku kelebihan produksi untuk diekspor, dan di pihak lain terjadi kekurangan yang harus dipenuhi. Sangatlah janggal kalau perdagangan internasional dianggap hanya dapat berlangsung berdasarkan bunga uang dalam sistim perbankan. Malah sebaliknya sejarah membuktikan bahwa kemajuan usaha perbankan menimbulkan kemacetan ekonomi dunia.
Jadi buruk baiknya ekonomi seseorang adalah gambaran yang memperlihatkan buruk baiknya pemerintahan yang berfungsi dalam masyarakat.
http://yakinku.wordpress.com/2008/10/09/bunga-bank-dan-asuransi-penyebab-resesi-dunia/
What Happens During A Recession?
What Happens During A Recession?
A bit of worry is starting to come to light with all this talk of the world currently entering a recession. I think the majority for this fear is due to people not understanding what a recession is and what happens during a recession?
Firstly lets find out what a recession is.
Dictionary.com define a recession as:
Economics. a period of an economic contraction, sometimes limited in scope or duration.
So the good news here is that a recession does not continue forever! If you look at the history of the world economy you will notice that approximately every 7-10 years we experience a recession. This is know as the recession cycle.
That’s all good and well knowing that it won’t last forever, but what should we expect and more importantly what do we need to do during a recession?
What Happens During A Recession?
*
* Business Decrease Production
As money becomes tight and people decrease their spending, less people are buying so business have to decrease their production inline with demand.
* Unemployment Rises
As people start spending less jobs start getting cut. Analysts have already started predicting unemployment to raise as high as 10% (currently 4%). Read my list of the top recession proof jobs!
* People Spend Less Money
As the media start scaring the public about the coming of job cuts and the rest, people starts to curb their spendings. Saving up whatever they can so that if something happens like losing their jog, they will be able to live off what they save.
* The Government Increases Spending
To try and make the low spending levels look good as well as helping to meet needs the government starts to increase their spending quite dramatically. For example the Australian government is now offering up to $21,000 for first home buyers to help them get into their first home.
The best thing that we can do is make sure that our jobs are safe, and start saving as much money as we can from our income. As the recession comes to an end their will be some great investment opportunities within both the sharemarket and the property market. And it will be the people who take advantage of these opportunities that will set them selves up to thrive in the coming boom.
A bit of worry is starting to come to light with all this talk of the world currently entering a recession. I think the majority for this fear is due to people not understanding what a recession is and what happens during a recession?
Firstly lets find out what a recession is.
Dictionary.com define a recession as:
Economics. a period of an economic contraction, sometimes limited in scope or duration.
So the good news here is that a recession does not continue forever! If you look at the history of the world economy you will notice that approximately every 7-10 years we experience a recession. This is know as the recession cycle.
That’s all good and well knowing that it won’t last forever, but what should we expect and more importantly what do we need to do during a recession?
What Happens During A Recession?
*
* Business Decrease Production
As money becomes tight and people decrease their spending, less people are buying so business have to decrease their production inline with demand.
* Unemployment Rises
As people start spending less jobs start getting cut. Analysts have already started predicting unemployment to raise as high as 10% (currently 4%). Read my list of the top recession proof jobs!
* People Spend Less Money
As the media start scaring the public about the coming of job cuts and the rest, people starts to curb their spendings. Saving up whatever they can so that if something happens like losing their jog, they will be able to live off what they save.
* The Government Increases Spending
To try and make the low spending levels look good as well as helping to meet needs the government starts to increase their spending quite dramatically. For example the Australian government is now offering up to $21,000 for first home buyers to help them get into their first home.
The best thing that we can do is make sure that our jobs are safe, and start saving as much money as we can from our income. As the recession comes to an end their will be some great investment opportunities within both the sharemarket and the property market. And it will be the people who take advantage of these opportunities that will set them selves up to thrive in the coming boom.
Anyone say in detail, How the global economic recession happened, the cause of it???? ?
Anyone say in detail, How the global economic recession happened, the cause of it???? ?
Everything started with dot com crash in 2000. Bush needs to stimulus the economy, and the interest rate was kept low to encourage spending to boost the economy.
However, the interest rate was kept low for too long, which leads to mortgage boom. Banks are giving loans and repack the mortgages as assets backed securities to pass the risks to investors.
Investors love this products (assets backed securities), because it is backed by an asset (house) and earn a better rate than interest rate. They assume that it is almost risk free because they consider house price will keep moving up.
The problem is that the price of house has gone up too much and too fast. It finally comes down, with many foreclosures, and those assets back securities are worthless affecting many investing firms and many mortgage lenders. And suddenly nobody wants to lend anymore because of the risk of default. (Also they have to satisfy a required reserve/loan ratio).
So the sudden contraction of credit market makes many business unable to obtain required loan, and consumer stop buying. Without spending (consumer and business), inventory rises and production is cut. In turn people are fired and consumption further decreases.
In this situation, only government spending is big enough to boost the economy, and that's exactly what government around the globe is doing.
Everything started with dot com crash in 2000. Bush needs to stimulus the economy, and the interest rate was kept low to encourage spending to boost the economy.
However, the interest rate was kept low for too long, which leads to mortgage boom. Banks are giving loans and repack the mortgages as assets backed securities to pass the risks to investors.
Investors love this products (assets backed securities), because it is backed by an asset (house) and earn a better rate than interest rate. They assume that it is almost risk free because they consider house price will keep moving up.
The problem is that the price of house has gone up too much and too fast. It finally comes down, with many foreclosures, and those assets back securities are worthless affecting many investing firms and many mortgage lenders. And suddenly nobody wants to lend anymore because of the risk of default. (Also they have to satisfy a required reserve/loan ratio).
So the sudden contraction of credit market makes many business unable to obtain required loan, and consumer stop buying. Without spending (consumer and business), inventory rises and production is cut. In turn people are fired and consumption further decreases.
In this situation, only government spending is big enough to boost the economy, and that's exactly what government around the globe is doing.
Langganan:
Postingan (Atom)